Rani permata

Entri Populer

Rabu, 21 Maret 2012

It's Just on My Mind..

IBUMU

http://faikha88.student.umm.ac.id/files/2010/08/hari-ibu.gif

Ibumu...
Ibumu...
Ibumu...
Ayahmu...

1-3 ibumu..
baru yang keempat ayah..

http://faikha88.student.umm.ac.id/files/2010/08/images.jpg

Bila dahaga, yang susukan aku.....ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku....ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut....Ibu
Bila bangun tidur, aku cari....ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ....ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati....ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah....ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu
Bila nakal, yang memarahi aku....ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma....ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....ibu
Bila takut, yang menenangkan aku....ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....ibu

Aku selalu teringatkan ....ibu
Bila sedih, aku mesti telepon....ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... .ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu
Bila takut, aku selalu panggil... "ibuuuuu! "
Bila sakit, orang paling risau adalah....ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga....ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku....ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau.... ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. ...ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal.....ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku....ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku...ibu
Yang selalu memuji aku....ibu
Yang selalu menasihati aku....ibu
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta
persetujuan. ....ibu

Aku ada pasangan hidup sendiri....
Bila senang, aku cari....pasanganku
Bila sedih, aku cari....ibu
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu
Bila bahagia, aku peluk erat.....pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat.....ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu
Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"
Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. ibu ingat aku
Setiap saat... aku akan telepon pasanganku
Entah kapan... aku ingin telepon ibu
Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu

http://faikha88.student.umm.ac.id/files/2010/08/mothers_day_glitter_graphic09.gif

Renungkan:
"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja.... masih ingatkah kau pada ibu?
tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah".
Berderai air mata jika kita mendengarnya. ........
Tapi kalau ibu sudah tiada....... ...
IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya...... .
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....
dan akhir sekali berapa banyak yang men-SHOLAT-kan JENAZAH, MENDOAKAN IBUNYA......

(faikha-88)

Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.[1] Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.[2]

Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat.

Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi.[2]Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.[2]

Sejarah Teori Motivasi

Tahun 1950an merupakan periode perkembangan konsep-konsep motivasi.[2] Teori-teori yang berkembang pada masa ini adalah hierarki teori kebutuhan, teori X dan Y, dan teori dua faktor. [2] Teori-teori kuno dikenal karena merupakan dasar berkembangnya teori yang ada hingga saat ini yang digunakan oleh manajer pelaksana di organisasi-organisasi di dunia dalam menjelaskan motivasi karyawan.[2]

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/45/Teori_kebutuhan_maslow.png/250px-Teori_kebutuhan_maslow.png

http://bits.wikimedia.org/skins-1.19/common/images/magnify-clip.png

Hierarki Teori Kebutuhan Maslow

Teori hierarki kebutuhan

Berkas:Abraham maslow.jpg

Abraham Maslow, pencetus hierarki teori kebutuhan

Teori motivasi yang paling terkenal adalah hierarkiteori kebutuhan milik Abraham Maslow. [3] Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap dirimanusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitufisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri).[3]

Maslow memisahkan lima kebutuhan ke dalam urutan-urutan. [3] Kebutuhan fisiologis dan rasa aman dideskripsikan sebagai kebutuhan tingkat bawah sedangkan kebutuhansosial, penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tingkat atas. [3] Perbedaan antara kedua tingkat tersebut adalah dasar pemikiran bahwa kebutuhan tingkat atas dipenuhi secara internal sementara kebutuhan tingkat rendah secara dominan dipenuhi secara eksternal. [3]

Teori kebutuhan Maslow telah menerima pengakuan luas di antara manajer pelaksana karena teori ini logis secara intuitif. [3]. Namun, penelitian tidak memperkuat teori ini dan Maslow tidak memberikan bukti empiris dan beberapa penelitian yang berusaha mengesahkan teori ini tidak menemukan pendukung yang kuat. [3]

Teori X dan teori Y

Douglas McGregor menemukan teori X dan teori Y setelah mengkaji cara para manajer berhubungan dengan para karyawan. [2]Kesimpulan yang didapatkan adalah pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.[2]

Ada empat asumsi yang dimiliki manajer dalam teori X.[2]

§ Karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk menghindarinya.

§ Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dipakai, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.

§ Karyawan akan mengindari tanggung jawab dan mencari perintah formal, di mana ini adalah asumsi ketiga.

§ Sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi.

Bertentangan dengan pandangan-pandangan negatif mengenai sifat manusia dalam teori X, ada pula empat asumsi positif yang disebutkan dalam teori Y.[2]

§ Karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan, seperti halnya istirahat atau bermain.

§ Karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan.

§ Karyawan bersedia belajar untuk menerima, mencari, dan bertanggungjawab. *Karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi, dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.

Teori motivasi kontemporer

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/35/David_McClelland.jpg/150px-David_McClelland.jpg

http://bits.wikimedia.org/skins-1.19/common/images/magnify-clip.png

David McClelland, pencetus Teori Kebutuhan

Teori motivasi kontemporer bukan teori yang dikembangkan baru-baru ini, melainkan teori yang menggambarkan kondisi pemikiran saat ini dalam menjelaskan motivasi karyawan[4].

Teori motivasi kontemporer mencakup:[4]

Teori kebutuhan McClelland

Teori kebutuhan McClelland dikembangkan oleh David McClelland dan teman-temannya[5]. Teori kebutuhan McClelland berfokus pada tiga kebutuhan yang didefinisikan sebagai berikut:[5]

§

§ kebutuhan berprestasi: dorongan untuk melebihi, mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil.

§ kebutuhan berkuasa: kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.

§ kebutuhan berafiliasi: keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab.

Teori evaluasi kognitif

Teori evaluasi kognitif adalah teori yang menyatakan bahwa pemberian penghargaan-penghargaan ekstrinsik untuk perilaku yang sebelumnya memuaskan secara intrinsik cenderung mengurangi tingkat motivasi secara keseluruhan.[6] Teori evaluasi kognitif telah diteliti secara eksensif dan ada banyak studi yang mendukung.[6]

Teori penentuan tujuan

Teori penentuan tujuan adalah teori yang mengemukakan bahwa niat untuk mencapai tujuan merupakan sumber motivasi kerja yang utama. [7] Artinya, tujuan memberitahu seorang karyawan apa yang harus dilakukan dan berapa banyak usaha yang harus dikeluarkan.[8]

Teori penguatan

Teori penguatan adalah teori di mana perilaku merupakan sebuah fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya jadi teori tersebut mengabaikan keadaan batin individu dan hanya terpusat pada apa yang terjadi pada seseorang ketika ia melakukan tindakan. [9]

Teori Keadilan

Teori keadilan adalah teori bahwa individu membandingkan masukan-masukan dan hasil pekerjaan mereka dengan masukan-masukan dan hasil pekerjaan orang lain, dan kemudian merespons untuk menghilangkan ketidakadilan.[9]

Teori harapan

Teori harapan adalah kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dalam cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu harapan bahwa tindakan tersebut akan diikuti dengan hasil yang ada dan pada daya tarik dari hasil itu terhadap individu tersebut.[9]

Area motivasi manusia

Empat area utama motivasi manusia adalah makanan, cinta, seks, dan pencapaian.[10] Tujuan-tujuan yang mendasari motivasi ditentukan sendiri oleh individu yang melakukannya, individu dianggap tergerak untuk mencapai tujuan karena motivasi intrinsik(keinginan beraktivitas atau meraih pencapaian tertentu semata-mata demi kesenangan atau kepuasan dari melakukan aktivitas tersebut), atau karena motivasi ekstrinsik, yakni keinginan untuk mengejar suatu tujuan yang diakibatkan oleh imbalan-imbalan eksternal. disamping itu terdapat pula fsktor yang lain yang mendukung diantaranya ialah faktor internal yang datang dari dalam diri orang itu sendiri.

[sunting]Variabel-Variabel Motivasi

Kerlinger, N. Fred dan Elazar J. Pedhazur (1987) dalam Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa variabel motivasi terdiri dari: (1) Motif atas kebutuhan dari pekerjaan (Motive); (2) Pengharapan atas lingkungan kerja (Expectation); (3) Kebutuhan atas imbalan (Insentive). Hal ini juga sesuai dengan yang di kemukakan Atkinson (William G Scott, 1962: 83), memandang bahwa motivasi adalah merupakan hasil penjumlahan dari fungsi-fungsi motive, harapan dan insentif (Atkinson views motivation strengh in the form of an equattion-motivation = f (motive + expectancy + incentive).


Jadi, mengacu pada pendapat-pendapat para ahli di atas, Cut Zurnali (2004) mengemukakan bahwa motivasi karyawan dipengaruhi oleh motif, harapan dan insentif yang diinginkan. Dalam banyak penelitian di bidang manajemen, administrasi, dan psikologi, variabel-variabel motivasi ini sering digunakan. Berikut akan dijelaskan masing-masing variabel motivasi tersebut.

Motif

Menurut Cut Zurnali (2004), motif adalah faktor-faktor yang menyebabkan individu bertingkah laku atau bersikap tertentu. Jadi dicoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti kebutuhan apa yang dicoba dipuaskan oleh seseorang? Apa yang menyebabkan mereka melakukan sesuatu pekerjaan atau aktivitas. Ini berarti bahwa setiap individu mempunyai kebutuhan yang ada di dalam dirinya (inner needs) yang menyebabkan mereka didorong, ditekan atau dimotivasi untuk memenuhinya. Kebutuhan tertentu yang mereka rasakan akan menentukan tindakan yang mereka lakukan.

Lebih lanjut Cut Zurnali mengutip pendapat Fremout E. kast dan james E. Rosenzweig (1970) yang mendefinisikan motive sebagai : a motive what prompts a person to act in a certain way or at least develop appropensity for speccific behavior. The urge to action can tauched off by an external stimulus, or it can be internally generated in individual thought processes. Jadi motive adalah suatu dorongan yang datang dari dalam diri seseorang untuk melakukan atau sedikitnya adalah suatu kecenderungan menyumbangkan perbuatan atau tingkah laku tertentu.

William G Scott (1962: 82) menerangkan tentang motive adalah kebutuhan yang belum terpuaskan yang mendorong individu untuk mencapai tujuan tertentu. Secara lengkap motiv menurut Scott motive are unsatiesfied need which prompt an individual toward the accomplishment of aplicable goals. Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan, motive adalah dorongan yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan perbuatan guna memenuhi kepuasannya yang belum terpuaskan. Selain itu, Maslow sebagaimana diungkap pada halaman sebelumnya membagi kebutuhan manusia ke dalam beberapa hirarki, yakni kebutuhan-kebutuhan fisik, keselamatan dan keamanan, sosial, penghargaan atau prestise dan kebutuhan aktualisasi diri.

[sunting]Harapan

Mengacu pada pendapat Victor Vroom, Cut Zurnali (2004)mengemukakan bahwa ekspektasi adalah adanya kekuatan dari kecenderungan untuk bekerja secara benar tergantung pada kekuatan dari pengharapan bahwa kerja akan diikuti dengan pemberian jaminan, fasilitas dan lingkungan atau outcome yang menarik. RL. Kahn dan NC Morce (1951: 264) secara singkat mengemukakan pendapatan mereka tentang expectation, yakni Expectation which is the probability that the act will obtain the goal. Jadi harapan adalah merupakan kemungkinan bahwa dengan perbuatan akan mencapai tujuan. Arthur levingson dalam buku Vilfredo Pareto (1953: 178) menyatakan : The individual is influenced in his action by two major sources of role expectation the formal demands made by the company as spalled out in the job, and the informal expectation forces make behavioral demans on the individual attemps to structure the social situation and the devine his place in it.

Dengan merumuskan beberapa pendapat para ahli, Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa terdapat dua sumber besar yang dapat mempengaruhi kelakuan individu, yaitu : sumber-sumber harapan yang berkenaan dengan peranannya antara lain, tuntutan formal dari pihak pekerjaan yang terperinci dalam tugas yang seharusnya dilakukan. Dan tuntutan informal yang dituntut oleh kelompok-kelompok yang ditemui individu dalam lingkungan kerja. Di samping itu, menurut Wiliam G Scott (1962: 105), addtionally, as could be anticipated, the groups themselves can be axpected to interact, effecting the others expectations. Ternyata kelompok karyawan sendiri dapat juga mempengaruhi harapan-harapan yang akan dicapainya. Dan dengan adanya keyakinan atau pengharapan untuk sukses dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan atau menggerakkan usahanya (Gary Dessler, 1983: 66). Selanjutnya Vroom yang secara khusus memformulasikan teori expectancy mengajukan 3 (tiga) konsep konsep dasar, yaitu : (1) Valence atau kadar keinginan seseorang; (2) Instrumentality atau alat perantara; (3) Expectacy atau keyakinan untuk mewujudkan keinginan itu sendiri (Gary Dessler, 1983: 66).

Insentif

Dalam kaitannya dengan insentif (incentive), Cut Zurnali mengacu pada pendapat Robert Dubin (1988) yang menyatakan bahwa pada dasarnya incentive itu adalah peransang, tepatnya pendapat Dubin adalah incentive are the inducement placed the course of an going activities, keeping activities toward directed one goal rather than another. Arti pendapat itu kurang lebih, insentif adalah perangsang yang menjadikan sebab berlangsungnya kegiatan, memelihara kegiatan agar mengarah langsung kepada satu tujuan yang lebih baik dari yang lain. Morris S. Viteles (1973: 76) merumuskan insentif sebagai keadaan yang membangkitkan kekuatan dinamis individu, atau persiapan-persiapan dari pada keadaan yang mengantarkan dengan harapan dapat mempengaruhi atau merubah sikap atau tingkah laku orang-orang. Secara lebih lengkap Viteles menyatakan : incentive are situasions which function in arousing dynamis forces in the individual, or managements of conditions introduced with the expectation of influencing or altering the behavior of people.

Menurut Cut Zurnali, pendapat yang mengemukakan bahwa insentif adalah suatu perangsang atau daya tarik yang sengaja diberikan kepada karyawan dengan tujuan agar karyawan ikut membangun, memelihara dan mempertebal serta mengarahkan sikap atau tingkah laku mereka kepada satu tujuan yang akan dicapai perusahaan. Joseph Tiffin (1985: 267) mengatakan bahwa pemnberian insentif sangat diperlukan terutama apabila karyawan tidak banyak mengetahui tentang hal apa yang akan dilakukannya. Berikut secara lengkap diuraikan pendapat Tiffin: ordinary speaking, people will not learn very much about anything unless they are motivated to do so, that is, unless they are supplied with an adequate incentive. Maknanya bahwa seseorang tidak banyak mengetahui tentang sesuatu hal, apabila mereka tidak didorong untuk melakukan pekerjaan yang demikian itu, yaitu apabila mereka tidak dibekali dengan insentif secara cukup.

Jumat, 16 Maret 2012

Putih Abu-Abu

Pemain :
  • Derby Romero sbg Andre
  • Eza Gionino sbg Calvin
  • Febby Rastanti sbg Nina
  • Kharis Adi Bing Slamet sbg Angel
  • Kiky Azhari Fiola
  • Kenneth Santana sbg
  • Hikmal Abrar sbg Taufik
  • Cut Sarah sbg Monika
  • Reynold Surbakti sbg Hikmal
  • Nurul Hidayati sbg
  • Shelly sbg
  • Rendy Samuel sbg
  • Mita Putri sbg
  • Joshua Pandelaki sbg
  • Amara sbg Indira
SINOPSIS :

"Nina adalah seorang gadis asal Yogyakarta yang baru saja kehilangan Riska, ibunya, untuk selamanya. Pesan terakhir sang bunda, Nina harus menemui seseorang yang bernama Taufik di Jakarta.Menurut Riska, hanya Taufik yang bisa menolong Nina. Karena Hikmal, om Nina, tidak bisa diandalkan. Sehari-harinya Hikmal menghabiskan waktu dengan mabuk dan berfoya-foya. Masih dirundung kesedihan, Nina mengikuti amanat ibunya untuk pergi ke Jakarta. Di ibukota, Nina diterima dengan baik oleh Taufik. Sayang, tidak demikian dengan Monica, istri Taufik. Monica sangat tidak menyukai kehadiran Nina di rumah itu. Monica tahu bahwa Nina adalah anak dari Anwar, sahabat Taufik yang dulu pernah memberikan modal usaha untuk Taufik.Tak cuma di dalam rumah, Nina juga harus berhadapan dengan murid yang membencinya ketika berada di sekolah. Hari-hari Nina semakin terasa berat dengan banyaknya orang yang memusuhinya. Di balik semua itu, ternyata ada sebuah rahasia keluarga yang belum diketahui Nina."

Lee Min Ho

PROFIL :

Nama : 이민호/Lee Min Ho
TTL : Seoul, KorSel/22 Juni 1987
Tinggi/Berat Badan : 186 cm/67 kg
Golongan Darah : A
Zodiak : Cancer
Hobby : Nonton, Olahraga dan Main Games



DRAMA :

  • City Hunter (2010, SBS) sebagai Kan Jin
  • Personal Taste (2010, MBC) sebagai Jeon Jin Ho
  • Boys Before Flowers (2009, KBS2) sebagai Goo Jun Pyo
  • Get Up (2008, MBC) sebagai Min Wook Gi
  • I am Sam (2007, KBS2) sebagai Heo Mose
  • Mackerel Run (2007, SBS) sebagai Cha Gong Chan
  • Secret Campus (2006, EBS) sebagai Park Doo Hyun
  • Love Hymn (2005, MBC) sebagai A Cook
PENGHARGAAN :

  • 2009 KBS Drama Awards : Male Newcomer Awards (Boys Before Flowers)
  • 2009 KBS Awards : Best Couple Awards (With Goo Hye Sun In Boys Before Flowers)
  • 2009 14th Asian Television Awards : Nominated For Best Drama Performance By An Actor (Boys Before Flowers)
  • 2009 45th Baeksang Arts Awards : Best New Actor (Boys Before Flowers)

Pemain Pink Lipstick

Kim Soo Jung (Park Na Ri)

Siapa yang tak jatuh cinta dengan bocah ini?? Lucu dan menggemaskan :) Park Na Ri adalah anak tunggal Park Jung Woo dan Kim Mi Ran. Bagi gadis kecil ini, Yoo Ga Eun adalah ibunya, meski Mi Ran adalah ibu kandungnya. Waktu menonton salah satu episode Pink Lipstick, dimana Na Ri syok mengetahui Mi Ran lah ibu kandungnya, gw menangis melihatnya. Gak habis pikir, gadis semanis Na Ri memiliki orang tua seperti Jung Woo n Mi Ran.


Dok Go Young Jae (Komisaris Maeng)


Komisaris Maeng menurut gw adalah pria yang sangat mengerikan. Why?? Ia bersedia membantu Ga Eun membalas dendam pada Jung Woo asal Ga Eun mau menjadi istrinya. Meski ia tahu Jae Bum n Ga Eun saling mencintai, ia tetap memaksa Ga Eun menikahinya. Bahkan ia mengancam akan menyakiti org2 di sekeliling Ga Eun jika Ga Eun berani meninggalkannya, ya tentu saja org pertama yg akan dia sakiti adalah Jae Bum yang sudah dianggapnya anak. Di 3 epi trakhir, ia menculik Jae Bum. Tapi Jae Bum berhasil meloloskan diri dan menyelamatkan dari pernikahan Ga Eun dan Komisaris Maeng. Komisaris Maeng pun dapat menemukan keduanya dgn bantuan Mi Ran. Komisaris Maeng memukul Jae Bum dgn tongkat golf namun Ga Eun menyelamatkan Jae Bum hingga terluka. Komisaris Maeng ini udah menikah 2 kali. Istri pertamanya sih gak diceritain, tapi sempat dilihatkan fotonya bersama istri dan 2 anaknya lalu dari istri keduanya, ia mendapatkan seorang putra bernama Maeng Seo Jin, tapi ia kemudian bercerai dgn istri keduanya.

Oh Mi Yeon (Han Bun Nyeo)


Sejak awal, ia menjodohkan Jung Woo dan Ga Eun agar bisa menguasai harta Ga Eun. Setelah menikah pun ia memperlakukan Ga Eun bak pembantu (walau gk separah Mi In di CT), tapi tingkah lakunya cukup membuat penonton sebal. Ia juga membiarkan Ga Eun merawat Na Ri padahal ia tahu Na Ri adalah anak Jung Woo n Mi Ran. Setelah semua terbuka, ia membantu Jung Woo merebut Na Ri dari Ga Eun. Tapi akhirnya sih dia ini kena stroke dan sering lupa ingatan. Kadang ingat sama keluarganya kadang tidak.

May Bee as Park Jung Hee (Kakak Jung Woo)


Ternyata Jung Hee manis juga :) Jung Hee memiliki sifat berbeda dari ibu n adiknya. Ia sangat menyayangi Ga Eun. Oya, ia juga bercerai dari suaminya karena suaminya selingkuh. Karma kali yaa gegara Jung Woo juga mengkhianati Ga Eun. Oya, si Jung Hee ini juga sering ribut sama adeknya Ga Eun yaitu Yoo Young Eun. Mereka paling sering ribut klo udah menyangkut soal Seo Jin, maklum keduanya sama2 menyukai Seo Jin. Tapi Seo Jin lebih memilih Ga Eun. Sayang sampe akhir, gak ada cerita kehidupan pribadi Jung Hee.

Kim Min Jwa as Yoo Young Eun (adek Ga Eun, tiri)


Awal2 PL, gw gak tahu dia ini siapa?? Young Eun bekerja di kantor Jae Bum sbg pegawai magang. Dia ini paling sering ribut sama Seo Jin sebelum akhirnya saling jatuh cinta. Awalnya dia ini menyukai Jae Bum, selalu mengikuti Jae Bum kemana pun. Di pertengahan cerita, barulah gw sadar klo dia ini adek tiri Ga Eun. Meski hanya adek tiri, Young Eun sangat peduli pada Ga Eun. Gara2 persoalan keluarganya dgn Komisaris Maeng, ia terpaksa memutuskan hubungannya dgn Seo Jin, tapi akhirnya sih mereka bersatu juga.

Seo Yoo Jung as Kim Mi Ran/Julia Kim


Ini dia tokoh yang minta ditabok!! Kim Mi Ran diterima dgn baik oleh Ga Eun sekeluarga. Tapi Ga Eun sekeluarga gak tahu kalau Mi Ran sangat membenci Ga Eun sekeluarga. Menurutnya, Ga Eun sudah merebut semua kebahagiaannya padahal sebenarnya dia iri karena Ga Eun memiliki segalanya. Mi Ran merebut Jung Woo dari Ga Eun, padahal ia tahu Jung Woo adalah tunangan Ga Eun. Ia bahkan sampe mengandung anak Jung Woo. Begitu Jung Woo tahu Mi Ran mengandung anaknya, ia menyuruh Mi Ran aborsi namun Mi Ran gak mau dan memilih menyingkir sementara. Ia lalu kembali setelah melahirkan putrinya. Jung Woo pun tahu Mi Ran tak jadi aborsi dan merebut anak mereka dari Mi Ran. Jung Woo memasukkan anaknya ke panti asuhan. Mi Ran yang mengira anaknya meninggal pergi ke Amerika dan kembali ke Seoul sbg Julia Kim, seorang desainer terkenal. Oya, Mi Ran juga membuat Ga Eun keguguran sampe gak bisa punya anak lagi loh!! Gak hanya itu, ia juga membunuh ayah Ga Eun.

Lee Joo Hyun (Park Jung Woo)


Kalau disuruh milih antara Gyo Bin di CT ama Jung Woo di PL, gw pasti milih Gyo Bin karena Gyo Bin ini bodoh sedangkan Jung Woo licik. Ia menikahi Ga Eun demi harta. Setelah berhasil mendapatkan harta Ga Eun, ia pun menendang Ga Eun. Bukan hanya itu, ia juga membunuh ayah Ga Eun n memfitnah adek Ga Eun, Seong Eun, hingga masuk penjara!! Jadi, ayah Ga Eun sebelum meninggal, tahu kebusukan Jung Woo. Ayah Ga Eun pun kena serangan jantung. Kondisinya sempat membaik, namun anfal lagi setelah mendengar pengakuan Mi Ran klo Na Ri adalah anaknya n Jung Woo. Ia pun juga merebut San Aparel dan mengganti namanya menjadi Star Fashion.

Park Eun Hye as Yoo Ga Eun

Inilah tokoh sentralnya. Awalnya Ga Eun adalah wanita yang baik dan manis tapi berubah menjadi kejam karena dendamnya pada Jung Woo dan Mi Ran. Untuk membalaskan dendamnya, ia pun mendepak Jae Bum dan memilih menikah dgn Komisaris Maeng. Pada akhirnya ia berhasil membalaskan dendamnya, tapi ia tak mampu keluar dari jeratan cinta Komisaris Maeng. Di hari pernikahannya, Jae Bum membawanya kabur.

Park Kwang Hyun as Ha Jae Bum

Ha Jae Bum, sudah dianggap anak sendiri oleh Komisaris Maeng. Hubungan mereka memburuk karena sama2 mencintai Ga Eun. Walau hatinya sakit, melihat Ga Eun bersama pamannya, ia tetap selalu ada untuk Ga Eun. Awal pertemuan mereka, terjadi di bandara. Ketika itu ia mengakui Ga Eun sbg tunangannya di depan Seo Jin dan Na Na. Ia bahkan mencium Ga Eun membuatnya dapat tamparan dari Ga Eun. Berikutnya, ia mengira Ga Eun merebut Jung Woo dari Mi Ran. Hari2 mereka pun diisi dgn pertengkaran. Jae Bum punya julukan buat Ga Eun, yaitu Nona Gangster.